Pak raden meninggal dunia
generasi 90 berduka
Innalillahiwainnailaihirajiun,
telah meninggal dunia sosok yang kita kagumi
pak raden dimana pada masa
hidupnya telah mengabdikan diri sebagai pelukis dan pendongeng yang melegenda
khsusnya untuk anak generasi angkatan 90, khusus anak generasi 90 siapa yang
tidak kenal dengan
pak raden Sosok yang diidentikkan sebagai karakter antagonis
dalam serial sandiwara boneka Si Unyil ini menghembuskan nafas terakhir di RS
Pelni Petamburan, Jakarta Selatan, tadi malam.
Pak raden meninggal pada usia 82
tahun sebelum meninggal kesehatan pak raden memang menurun drastis pada siang
hari. Seniman kelahiran 28 November 1932 ini mengalami infeksi pada paru-paru
sebelah kanan.
Memang di usia senjanya, almarhum banyak
menghabiskan waktu di rumah.
Pak Raden memang dalam kondisi sakit-sakitan
sehingga untuk mobilitas, ia tergantung pada kursi roda.
Sebelumnya
Pak Raden sempat menghadiri acara
Silet Awards 2015 pada 26 Oktober 2015. Pada acara tersebut beliau menerima
Charity Silet Award sekaligus mendapat hadiah rumah. Bukan sekadar penghargaan
atas pengabdian seumur hidup atau lazim disebut Lifetime Achievement Award,
melainkan hadiah yang lebih konkret bentuknya: sebuah rumah.
Di kursi roda yang didorong Deddy Corbuzier,
PakRaden naik ke panggung. Ia menerima kunci rumah secara simbolik. "Terima
kasih atas apresiasinya... Dada saya sampai sesak untuk mengutarakan apa-apa
yang ingin saya utarakan, tapi saya rangkum dalam satu kata: Terima
kasih," ujar dia di atas panggung.

Tak lama setelah mendapat hadiahnya datang lah
berita yang mengabarkan kalau
pak raden sedang masuk rumah sakit. Asistennya,
Prasodja Chusnanto, mengabarkan antara lain di akun Facebook
Pak Raden:
"Mohon
doanya untuk kesehatan legenda dongeng kita, Pak Raden (Drs. Suyadi) yang saat
ini tengah dirawat di RS Pelni Jakarta. Semoga Pak Raden kembali sehat dan
berkarya. Amin."
Tak lama berselang, kabar duka yang datang. Di akun Facebook
Pak Raden
muncul kabar ini:
"
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
telah wafat kakek kami tercinta, guru bangsa, legenda dongeng Indonesia,
maestro sketsa Indonesia Drs Suyadi (Pak Raden), pada hari jumat malam jam
22.20 WIB. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya, segala salah,
khilaf dan kekurangan. Semoga yang pergi diberikan tempat yang indah, dimasukan
ke dalam barisan orang yang beriman, diterima segala amal ibadahnya, menjadikan
segala karyanya cahaya yang menerangkan. Aamin ya robbal alamin."
Selamat jalan
pak raden pengabdianmu telah
memberikan warna dimasa kecil kami
Artikel keren lainnya:
lawar kau men. hehe
BalasHapus